Anda Pasangan Muda Yang Baru Menikah ?? Segera Pahami Tahapan Cara Mengurus KTP Pindah Domisili, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran

Bagi Anda Pasangan Muda Yang Baru Menikah, Mari segera pahami Tahapan Cara Mengurus KTP Pindah Domisili, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.

dokumen-dokumen tersebut harus kami urus pada kesempatan pertama. Dan yang perlu Anda ketahui juga bahwa pengurusan KTP pindah domisili, KK & Akta Kelahiran tidak dikenakan biaya (gratis).

berikut persiapan yang kamu wajib harus lakukan:

I. Kartu Tanda Penduduk (KTP) & Kartu Keluarga (KK) Pindah Domisili

umumnya saat kamu sudah menikah, pastinya ingin membangun keluarga baru di lokasi / alamat yang berbeda dari domisili orang tua mu :p

Proses dimulai dari Daerah Asal Domisili KTP posisi terakhir:

  1. Minta Surat pengantar untuk pindah domisili dari ketua/Sekretaris RT domisili awal Anda. Isi surat tersebut, lalu minta cap, dan jangan lupa untuk membawa KK dan KTP beserta fotocopi-nya (saran untuk kepala keluarga & pasangan melakukannya secara bersamaan, serta isi tujuannya untuk pindah KTP & KK).
  2. Bawa Surat Pengantar yang telah di isi beserta tandatangan RT & Cap ke Ketua RW untuk di tandatangani & di cap. (fyi, Surat pengantar tersebut membutuhkan tandatangan pihak RT & RW)
  3. Bawa dokumen Surat Pengantar & lampirannya ke Kelurahan untuk dibuatkan surat pengantar yang baru untuk dibawa ke kecamatan.
  4. Bawa semua dokumen dari Kelurahan ke kecamatan. Di kecamatan, nama kita akan dihapus dari KK lama.
  5. Bawa semua dokumen ke Disduk Capil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Disana kita diminta untuk menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan, termasuk KTP lama kita. Setelah berkas diserahkan, kita hanya perlu menunggu sekitar 7-14 hari kerja untuk mengambil Surat Keterangan (ada 2 lembar) guna membuat KTP di domisili yang baru.

Proses selanjutnya di Daerah tujuan Domisili:

  1. Setelah memiliki Surat Keterangan pindah domisili dari Dukcapil domisili awal. Pastikan Anda cek tanggal masa berlaku dari Surat Keterangan tersebut. (fyi, jika Anda mengurusnya lewat/melebihi tanggal di berlaku Surat Keterangan, pastinya nanti pihak Kelurahan akan meminta Anda untuk mengulangi proses diatas di domisili awal)
  2. Minta Surat pengantar ke ketua/Sekretaris RT tujuan domisili Anda dan bawa juga Surat Keterangan Dukcapil domisili awal. Isi surat tersebut, lalu minta cap, dan jangan lupa untuk membawa fotocopy KTP dan KK yang lama (saran untuk kepala keluarga & pasangan melakukannya secara bersamaan, serta isi tujuannya untuk buat KTP & KK di domisili yang baru).
  3. Bawa Surat Pengantar yang telah di isi beserta tandatangan RT & Cap ke Ketua RW untuk di tandatangani & di cap. (fyi, Surat pengantar tersebut membutuhkan tandatangan pihak RT & RW)
  4. Bawa dokumen Surat Pengantar RT RW & lampiran (Surat Keterangan domisili awal, Surat penyataan berkelakuan baik/ SKCK, fotocopy KTP & KK lama, fotocopy Buku nikah & KTP pihak Penjamin-warga di domisili tujuan, surat pernyataan jaminan tempat tinggal yang di tandatangani pihak penjamin-warga di domisili tujuan) ke Kelurahan
  5. Untuk tahapan ini, proses pindah KTP cukup sampai di Kelurahan. Nantinya Anda akan mendapatkan Resi KTP yang Baru / KTP yang berkartu dan KK baru lebih kurang selama 3 (tiga) minggu di kelurahan. Serta untuk KK jangan lupa untuk di tandatangani oleh RT

II. Penambahan atau pengurangan anggota KK

Untuk kasus penambahan anggota keluarga maka syarat yang harus dibawa :

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Kartu Keluarga yang lama/ dan foto kopi KK yang telah dilegalisir
  3. Surat Keterangan Kelahiran dari calon anggota keluarga baru yang akan ditambahkan.
  4. Fotokopi akte nikah orang tua yang telah dilegalisir, untuk penambahan anak yang baru lahir ke Kartu Keluarga.

Untuk kasus penambahan anggota keluarga untuk numpang Kartu Keluarga, maka persyaratannya :

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Kartu Keluarga yang lama dan Kartu Keluarga yang ditumpangi.
  3. Surat Keterangan Pindah Datang
  4. Surat Keterangan Datang dari luar negeri bagi WNI yang datang dari luar negeri.
  5. Paspor , Izin Tinggal Tetap, Surat Keterangan Catatan Kepolisian/ Surat Tanda Lapor Diri( bagi orang asing)

Untuk kasus pengurangan anggota keluarga:

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Kartu Keluarga yang lama
  3. Surat Keterangan Kematian (bagi yang meninggal dunia)
  4. Surat Keterangan Pindah / pindah datang ( bagi penduduk yang pindah)

Untuk kasus Kartu Keluarga yang hilang atau rusak, persyaratannya :

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  3. Kartu Keluarga yang rusak ( kasus KK yang rusak )
  4. Foto kopi dokumen kependudukan dari salah satu anggota keluarga
  5. Dokumen keimigrasian bagi orang asing.

III. Akta Kelahiran

Proses pembuatan Akta Kelahiran Anak:

  1. Surat Tanda Lahir atau Kenal Lahir, biasanya dikeluarkan oleh penolong kelahiran seperti misalnya; Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Rumah Bersalin, Dokter atau Bidan tempat di mana persalinan dilakukan
  2. Keterangan kelahiran dari Kelurahan setempat dengan dibubuhi stempel basah atau asli
  3. Foto copy Akta Nikah orang tua
  4. Foto copy KTP dan KK kedua orang tua atauwali yang bersangkutan (disarankan pihak/wali adalah yang berada di wilayah domilisi Anda)

Sedangkan untuk anda yang akan mengurus jenis akta kelahiran tertentu yaitu Akta Kelahiran Dispensasi atau Akta Kelahiran Pengadilan, selain persyaratan umum diatas anda juga perlu mempersiapkan persyaratan lainnya sebagai berikut:

  1. Menghadirkan 2 orang saksi dan melampirkan foto copy KTP-nya
  2. Hasil Penetapan Pengadilan Negeri Kota/Kabupaten setempat

 

Hal-hal diatas yang pernah saya alami saat melakukan pengurusan dokumen diatas di Daerah DKI Jakarta.

Catatan: di beberapa daerah bisa terdapat kemungkinan perbedaan jumlah dokumen/lembar fotokopi yang diperlukan oleh petugas terkait.

Semoga artikel ini bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *