Sadarkah Kamu Bahwa Terdapat Pengaruh Radiasi Ponsel Terhadap Kejadian Kanker Pada Tumuh Anda

Ponsel telah merevolusi dunia modern dan kehidupan. Pengguna ponsel telah meningkat dalam jumlah besar di seluruh dunia dua dekade terakhir. Secara global, hingga saat ini jumlah langganan seluler diperkirakan oleh International Telecommunications Union menjadi lebih dari 7 miliar.

Ditambah lagi, seiring waktu jumlah panggilan telepon seluler per hari, panjang setiap panggilan, dan jumlah waktu yang digunakan pengguna ponsel juga meningkat. Penggunaan yang demikian luas dari ponsel tersebut disertai dengan perdebatan di masyarakat mengenai kemungkinan bahayanya bagi kesehatan manusia.

Efek radiasi yang dipancarkan ponsel pada kesehatan manusia adalah topik yang sudah lama diperdebatkan. Kekhawatiran ini timbul karena peningkatan kejadian kanker terutama kanker otak terkait dengan pemakaian ponsel.

Sumber Radiasi

Energi Frekuensi Radio atau Radiofrequency Energy (RF) adalah bentuk radiasi elektromagnetik yang dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu pengion (misalnya Sinar-x, radon, dan sinar kosmik) dan non-pengion (misalnya frekuensi radio dan frekuensi sangat rendah, atau frekuensi daya).

Ponsel memancarkan energi gelombang radio, bentuk radiasi elektromagnetik non-pengion dari antenanya. Jaringan yang terdekat dengan antena bisa menyerap energi ini. Selain sumber radiasi dari emisi frekuensi gelombang radio (RF), radiasi ponsel juga bersumber dari stasiun bumi (base station) yang menerima dan memancarkan sinyal. Untuk masyarakat luas tingkat pemajanan (levels of exposure) yang ditimbulkan pada ponsel yang dipegang dekat kepala atau tempat lain di badan lebih besar dibandingkan pemajanan seluruh badan akibat radiasi stasiun bumi.

Frekuensi telepon selular yang digunakan menentukan jumlah paparan radiasi. Mekanisme penyerapan energi radiasi ke dalam tubuh manusia bergantung pada:

  1. panjang gelombang sinyal dan ukuran bagian tubuh;
  2. sinyal frekuensi radio pasangan dengan jaringan; Dan
  3. penyerapan resonan energi. Investigasi telah dilakukan untuk menemukan berbagai aspek kesehatan manusia yang terkena dampak ponsel mulai dari kehangatan lokal yang ringan hingga induksi tumor.

Hubungan Ponsel dengan Kanker

Ada dua prospek terpisah yang bisa mempengaruhi kesehatan akibat terpajang medan frekuensi radio. Prospek pertama adalah efek thermal, karena percakapan yang berkepanjangan, ponsel akan memanas dan meningkatkan suhu jaringan sekitarnya yang bersentuhan. Alasan kedua akibat non termal karena efek kumulatif dari kedua ponsel dan statiun bumi.

Pengenalan ponsel yang memancarkan medan RF non-pengion dan memberikan suara, data dan gambar telah meningkatkan perhatian masyarakat umum mengenai potensi efek samping kesehatan dari paparan RF, terutama perkembangan kanker otak. Hal ini didasarkan karena antena ponsel berada dekat ke kepala saat telepon sedang digunakan. Berbagai penelitian hewan dan manusia telah menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel atau stasiun bumi memiliki dampak negatif pada berbagai organ dan jaringan tubuh.

Meta-analisis dari 14 studi case control menunjukkan bahwa penggunaan ponsel 10 tahun atau lebih lama secara signifikan akan meningkatan risiko tumor otak sebesar 1,33 kali. Penelitian pada hewan menunjukkan peningkatan kejadian glioma dan schwannoma ganas pada tikus yang terpapar radiasi medan elektromagnetik frekuensi rendah. Ada peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dari radiasi RF. Radiasi RF dianggap sebagai karsinogen manusia yang menyebabkan glioma. Beberapa penelitian lain telah menunjukkan peningkatan kejadian glioma, terutama glioblastoma multiforme di lobus temporal.

Solusi

Penelitian – penelitian mengenai dampak radiasi ponsel terhadap otak manusia masih berlangsung untuk mendapatkan bukti-bukti ilmiah yang lebih valid dan masih banyak aspek yang perlu diteliti lebih lanjut mengenai dampak ponsel bagi kesehatan, khususnya otak.

Semua pihak sepakat bahwa pembatasan penggunaan telepon genggam perlu dilakukan. Hal ini penting untuk diketahui karena terdapat beberapa cara yang dapat mencegah radiasi RF ponsel.

Caranya adalah dengan menggunakan aksesoris headset atau hands-free sehingga dapat menjauhkan antena dari kepala atau badan manusia. Selain itu dapat pula menggunakan komunikasi Short Message Service (SMS) atau Sosmed (WA, Line, dll) sehingga penggunaan ponsel untuk komunikasi dilaksanakan dengan tidak perlu mendengarkan tetapi dengan cara membaca dan menulis dengan menekan tombol ponsel.

Cara diatas sangat dianjurkan untuk anak-anak dibawah 16 tahun dan sudah sangat populer dikalangan masyarakat Jepang. Sebagai usaha untuk mengurangi dampak negatif penggunaan ponsel sebaiknya diusahakan agar sedikit mungkin menggunakan ponsel, hindarkan anak-anak dibawah 16 tahun dari pemakaian ponsel, hindarkan menggunakan ponsel bila sinyalnya lemah, jauhkan ponsel dari telinga dan jangan menggunakan ponsel pada waktu mengemudikan kendaraan. Mengurangi penggunaan ponsel untuk percakapan juga merupakan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.

semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber: doc_quity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *